oleh

Heri Amalindo Bantah Tudingan Korupsi

PENDOPO – Terkait pemberitaan media beberapa waktu lalu maka pada saat pelantikan pimpinan DPRD Kabupaten PALI pada Jumat 29 November 2019 Heri membantah bahwa dirinya telah melakukan korupsi.

Dalam pidatonya Heri menyatakan bahwa jika ingin mengetahui sesuatu itu hendaknya melalui ahlinya.

“Pada kesempatan ini perlu saya sampaikan bahwa semua ini disebabkan tertundanya pembayaran dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat. Tahun 2017 dana bagi hasil belum dibayar sebesar 268 miliar, sedangkan 2018 sebanyak 86 miliar jadi jumlah seluruhnya sebesar 354 miliar belum dibayar oleh Pusat” tegas Heri.

“Dari jumlah dana tersebut dana bagi hasil itu akan dibayar pada awal Desember sebesar 354 miliar, tetapi dana untuk tahun 2019 sebesar 240 miliar ditunda untuk dibayarkan pada tahun 2020″

Demikian dipaparkan oleh Heri di hadapan seluruh anggota DPRD Kabupaten PALI dan beberapa anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan PALI

Dan karena adanya hal tersebut maka dana ADD untuk desa di PALI dari DBH sebesar 782 miliar pada tahun 2020 hanya akan dibayarkan sebesar 383 miliar. Bukan karena Heri Amalindo yang memakan uangnya, tetapi karena pembayaran DBH tersebut” Ulas Heri.

Untuk itu Heri berharap kepada DPRD sebagai Mitra pemerintah sama-sama sampaikan ke Kementerian Keuangan agar dana tersebut dapat dibayarkan kepada PALI.
” uang tersebut sangat diperlukan dan kita adalah daerah penghasil utama dari DBH tersebut. Juga mari sama sama kita meminta kepada kementerian keuangan agar jangan Samakan PALI dengan daerah lain yang sudah lebih mapan, karena PALI adalah merupakan daerah otonomi baru yang masih sangat banyak membutuhkan biaya”

Hal itu yang lebih penting menurut Heri daripada memviralkan dan menjastis bahwa dirinya korupsi ratusan miliar, sebab tudingan seperti itu atau yang bisa menyatakan bahwa dirinya Koruptor adalah pihak kepolisian Kejaksaan dan Pengadilan.

Lebih jauh mengenai Pemilukada 2020 Heri berharap bahwa agar masyarakat PALI tetap Bersatu padu.

” Jangan terkontaminasi dan mari kita mengedepankan akhlak dan agama, jangan saling menghujat dan saling caci maki apalagi memfitnah dan menghujat di tengah keramaian. Semua bergantung kepada ketentuan Allah, kalau punya kita jangan takut diambil orang, demikian kata dan di dalam bersaing dan berbeda pendapat tetaplah agama dan akhlak diatas segalanya. Orang pintar ingat mati, tajam jangan melukai, pintar jangan membodohi karena kita adalah sesama manusia tentu punya kelebihan dan kekurangan” demikian tegas Heri diahir pidatonya.

Penulis : DEBI SANDY
Photografer : Debi Sandy
Editor : Nurul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed