oleh

DPRD Pagar Alam tekankan Sinergi Antar Stake holder

Pagar Alam-Sumsel,(Jaringanwartaonline), Rabu (04/12/19) DPRD Kota Pagar Alam Gelar Rapat Tertutup di ruang Rapat Lantai Dasar gedung Anggota DPRD kota Pagar Alam, Rapat yang di gelar sekira Pukul 15.00 WIB yang melibatkan beberapa pihak terkait diantaranya 14 Anggota Legislatif, Assiten II, Kesbangpol, Kepala UPTD KPH Wilayah X Dempo, Dinas Lingkungan Hidup, BKPSDA, Polisi Pamong Praja dan unsur terkait lainya.

dimana wilayah hutan lindung Pagar Alam yang memiliki luas wilayah 26.064,72 ha atau mencapai lebih dari 40% luas Kota Pagar Alam, sebagai salah satu langkah dalam menjaga Ekosistem hayati maupun ekosistem hewani serta ekosistem lainya yang terdapat di dalamnya terkait kemunculan binatang buas yang menyerang beberapa warga di wilayah Desa Pulau Panas Kabupaten Lahat, dan warga Tebat Benawa kelurahan Penjalang kota Pagar Alam serta Serangan terhadap Pengunjung wisatawan yang melakukan Perkemahan di Tugu Rimau Gunung Gunung Dempo beberapa waktu lalu, mendesak Keras pihak Pemerintah kota Pagar Alam untuk bisa  bersinergi satu sama lainya dalam mengatasi problem yang terjadi,

Beberapa instasi terkait hadir dalam Rapat dikantor DPRD terkait kondusifitas kota Pagar Alam

Ketua DPRD kota Pagar Alam Jeny Sandiyah  menerangkan dalam rapat terkait akan meng usulkan 7 item  kegiatan kepada pemerintah kota Pagar Alam, terkait terganggu nya Kondusifitas di kota Pagar Alam

– Pemerintah diminta merangkul Media Masa baik lokal maupun Nasional untuk melakukan counter berita tentang Harimau supaya rattingnya turun dengan pemberitaan Objek wisata yang ada dikota Pagar Alam.

– Meminta Dinas terkait, stake holder, dan beberapa lintas sektoral untuk mengadakan event tertentu guna memberi daya tarik pengunjung terlebih memasuki tahun baru dan musim liburan.

– Mendirikan Posko Pengamanan pada titik – titik tertentu demi keamanan para wisatawan yang datang, dan informasi disebar melalui media Massa.

– Pemerintahan harus berkoordinasi dengan BKSDA serta selalu mengupdate keberadaan Harimau ini setiap waktu dan merangkul media massa dalam memberikan informasi secara real dimasyarakat

– Pemerintah Kota juga harus segera menerbitkan Standar operasional prosedur (SOP) apabila bertemu dengan dengan hewan tersebut, dengan mencontoh  pada daerah lain yang sudah menerapkan sistem tersebut.

– Pemerintah harus Duduk bersama serta berkoordinasi dengan Pemerintahan Daerah tetangga untuk menghasilkan sinerginitas dari ke-3 daerah dalam penanggan problem yang terjadi.

– Pemerintah di tuntut juga agar segera melakukan sholat istiqhoso atau sholat permohonan pertolongan kepada Allah SWT, dalam memfasilitasi kegiatan ini,

” siapa tau ada kesalahan kita masyarakat Pagar Alam,”Ujarnya

(Ger)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed